Cara Membuat Proposal Usaha Yang baik Dan Benar

Banyak diantara kita belum mengetahui bagaimana cara membuat proposal usaha yang baik dan benar, untuk itulah pada artikel kali ini admin iemrllc.com akan membahasnya. Untuk memulai sebuah bisnis ke skala yang lebih besar tentu akan membutuhkan modal yang tidak sedikit. Padahal peluang dan potensi usaha tersebut untuk berkembang sangat besar, namun modal yang dimiliki belum mencukupi. Dalam kondisi seperti ini adanya pendanaan atau sumber suntikan modal dari pihak ketiga mutlak sangat dibutuhkan. meskipun hal tersebut bukanlah satu-satunya solusi. Namun perlu diingat tidaklah mudah untuk mendapatkan pendanaan dari pihak ketiga, mengapa demikian?. Karena memerlukan waktu yang cukup lama dalam menyakinkan pihak ketiga sebagai calon investor untuk memastikan bisnis tersebut benar-benar berpotensi untuk sukses serta telah memiliki konsumen yang loyal. Dan apakah konsumen selalu menyambut dengan hangat apabila setiap ada produk baru yang diluncurkan oleh pebisnis tersebut. Maka salah satu media yang bisa dimanfaatkan oleh pebisnis untuk meyakinkan calon investor bahwa bisni yang dikelolahnya memiliki peluang untuk sukses adalah dengan cara membuat proposal usaha.

Cara Membuat Proposal Usaha Yang baik Dan Benar


Cara Membuat Proposal Usaha

Perhatikan tahapan demi tahapan untuk membuat proposal usaha. Berdasarkan definisinya, proposal usaha dapat diartikan sebagai pengajuan secara tertulis yang umumnya memuat perencanaan dan pemaparan usaha secara lengkap, mulai dari dana, rencana produksi, hingga skema keuntungan yang didapat sebagai bagian dari usaha untuk meyakinkan calon investor atau pihak ketiga yang akan membantu memberikan modal usaha. 

Selain memua hal-hal yang bersifat teknis tentang bisnis tersebut, penting untuk dimasukkan sebagai bagian dari proposal usaha tentang rencana pengembangan bisnis online tersebut ke depan, serta gambaran keuntungan yang bisa didapatkan calon investor jika berencana menanamkan modalnya pada bisnis tersebut. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa proposal usaha memiliki peran yang cukup penting untuk keberhasilan mendapatkan calon investor bagi rencana pengembangan bisnis ke depan. Tapi ternyata, proposal usaha tidak melulu di buat sebagai bagian dari rencana mengembangkan usaha atau bisnis semata, melainkan memiliki manfaat lainnya.

    Cara Membuat Proposal Usaha :
  1. Profil Badan Usaha
  2. Struktur Organisasi Perusahaan
  3. Produk Usaha
  4. Promosi dan Pemasaran
  5. Laporan Keuangan
  6. Berikan Data Terbaru
  7. Rencana Pengembangan Usaha
  8. Proyeksi Keuangan
  9. Penutup
  10. Lampiran

Beberapa manfaat dari membuat proposal usaha tersebut antara lain, membantu pebisnis untuk mengembangkan dan menguji strategi yang akan diterapkan dari sudut pandang pihak lain, sehingga pebisnis akan mendapatkan masukan atau saran yang obyektif tentang rencana mengembangkan bisnis online tersebut ke skala yang lebih luas. Selain itu proposal usaha juga akan membantu pebisnis untuk berpikir lebih kritis, inovatif, dan obyektif tentang prospek bisnis yang dikelolanya. 

Manfaat lainnya, proposal usaha bisa memberikan gambaran awal akan kemampuan pebisnis untuk memanajemen bisnisnya, karena kemampuan ini sangat penting bagi rencana pengembangan bisnis ke depan. Untuk yang terakhir, proposal usaha juga akan memberikan gambaran kondisi finansial perusahaan, mulai dari awal berdiri hingga saat akan dimulainya rencana pengembangan bisnis dalam skala yang lebih luas. Sedemikian pentingnya peran proposal bisnis dalam pengembangan bisnis, sangat tepat kiranya jika pada bagian berikut akan di ulas secara detail tips-tips atau cara membuat proposal usaha yang baik dan benar agar rencana bisnis dapat berjalan lancar.

Profil Badan Usaha

Proposal usaha biasanya di buka dengan gambaran atau pemaparan tentang profil usaha. Pagian pendahuluan dari profil usaha merupakan bagian perkenalan yang berisi tentang latar belakang usaha Anda. sejarah bisnis pertama kali saat didirikan hingga sekarang, di mana hal ini akan menjadi pertimbangan utama calon investor untuk memutuskan bergabung dalam unit usaha tersebut atau tidak. 

Penting untuk di ketahui, umumnya profil usaha memuat sejarah berdirinya bisnis tersebut, visi dan misi, profil karyawan terutama pucuk pimpinan dari bisnis tersebut, sistem produksi, promosi yang telah dilakukan, target pasar yang telah terealisasi dan target pasar ke depan, sistem pemasaran yang telah dilakukan serta perencanaan pemasaran ke depan, dan hal-hal yang bersifat adiministrasi lainnya. 

Apabila bisnis tersebut telah memiliki cabang, pastikan untuk memasukkan profil dari cabang usaha tersebut, agar calon investor lebih tertarik untuk bergabung dengan usaha tersebut.
  • Jenis bisnis: Jelaskan jenis dan model bisnis yang Anda jalankan secara singkat, padat, dan jelas.
  • Nama perusahaan: Merek atau Brand adalah nama yang akan selalu mengingatkan konsumen tentang bisnis Anda. Buatlah nama usaha yang bagus dan unik kemudian masukkan Nama perusahaan tersebut ke dalam proposal bisnis.
  • Lokasi: memilih lokasi yang tepat adalah salah satu faktor pendukung bisnis, tuliskan lokasi atau alamat lengkap usaha Anda, Buatlah peta atau dengah site untuk memudahkan investor mengetahui lokasi usaha tersebut.
 

Struktur Organisasi Perusahaan

Jika bisnis Anda sudah memiliki sistem yang terstruktur dalam usaha Anda, maka harus menggambarkan struktur organisasi yang terdapat di perusahaan Anda. Misalnya, perusahaan Anda sudah memiliki sistem manajemen organisasi, kemudian menulis pemilik/owner, manajer, pemasaran, HRD, dll.

Produk Usaha


  • Jenis produk: Tuliskan jenis produk apa yang diproduksi di perusahaan Anda.
  • Proses produk: Jelaskan secara terperinci tahapan-tahapan pembuatan produk di perusahaan yang Anda pimpin.
  • Keunggulan produk: Harap tuliskan keunikan dan keunggulan produk Anda dibandingkan dengan produk lain.

Promosi dan Pemasaran

Jelaskan pula mengenai target pasar bisnis Anda. Meliputi usia, daerah, golongan konsumen.  Target pasar ini harus ditulis secara rinci dalam proposal usaha. Jelaskan tentang strategi pemasaran dan metode promosi yang akan digunakan untuk mengembangkan bisnis Anda. Apakah melaui sosial media, iklan koran dan TV, pamflet, brosur, siaran radio, dll.

Paparkan bagaimana strategi penjualan atau marketing yang telah dilakukan selama ini serta sejauh mana strategi marketing tersebut sukses mengaet konsumen yang potensial dan loyal terhadap produk Anda.


Laporan Keuangan

  • Alokasi dana: Jelaskan tentang alokasi dana yang dibutuhkan untuk pengenbangan  bisnis Anda.
  • Perhitungan laba: Buatlah secara realistis perhitungan laba dan rugi perusahaan bersama dengan risiko bisnis Anda.
  • Perhitungan bagi hasil: Perhitungan bagi hasil tergantung pada risiko bisnis, semakin kecil risiko usaha Anda, semakin kecil pendapatan yang diberikan kepada investor dan sebaliknya, sebutkan dan tuliskan secara rincian pembagian keuntungan sesuai alokasi dana, keuntungan, dan risiko usaha.

Berikan Data Terbaru Dari Usaha Tersebut

Meskipun pebisnis menaruh harapan yang sangat besar agar calon investor bergabung dalam bisnis tersebut, namun bukan berarti harus melakukan berbagai cara, utamakanlah kejujuran saat memaparkan kondisi bisnis agar kerjasama bisa terjalin baik untuk jangka panjang. Untuk alasan itulah, sebaiknya pebisnis memasukkan laporan terkini tentang kondisi bisnis tersebut.

Mulai dari penjualan setidaknya berdasarkan laporan dalam dua tahun terakhir, lengkap dengan rasio serta laporan keuangan. Terkadang data terbaru ini juga menjadi acuan atau pertimbangan calon investor untuk menyetujui bergabung bersama mengembangkan usaha tersebut.

Rencana Pengembangan Usaha

Selanjutnya adalah rencana pengembangan usaha yang bisa di bilang merupakan bagian penting dari proposal usaha, di mana pada bagian ini pebisnis akan memaparkan secara detail rencana pengembangan usaha yang akan dilakukan dengan bantuan dari calon investor tersebut. Pada bagian ini, pebisnis harus bisa mendeskripsikan visi dari pengembangan usaha tersebut serta langkah apa saja yang akan dilakukan untuk mewujudkan rencana pengembangan usaha serta tidak lupa potensi dan peluang yang menjadi alasan bisnis tersebut harus berkembang ke skala yang lebih besar.

Selain mendeskripsikan secara terperinci rencana apa yang akan dilakukan untuk mengembangkan bisnis tersebut, perlu juga dipaparkan sejauh mana produk yang dihasilkan atau dijual oleh pebisnis menjadi produk yang solutif bagi masyarakat terutama konsumennya serta rencana pengembangan produk baru atau penyempurnaan produk yang sudah ada menjadi lebih bermanfaat lagi untuk masyarakat. Namun, selain memaparkan peluang bisnis yang akan didapatkan dengan pengembangan skala bisnis yang lebih besar, jangan lupa untuk memasukkan potensi resiko yang mungkin timbul dari rencana pengembangan usaha tersebut. 

Hal ini penting karena kejujuran dari pebisnis akan menjadi poin plus tersendiri di mata calon investor, namun potensi resiko dari pengembangan bisnis tersebut juga harus diikuti solusi untuk meminimalisir potensi resiko tersebut. Ini menunjukkan bahwa pebisnis sudah memiliki wawasan dan gambaran menyeluruh peluang perkembangan usaha sekaligus potensi resiko yang mungkin timbul dari rencana pengembangan usaha tersebut.

Proyeksi Keuangan Rencana Pengembangan Usaha

Biasanya calon investor sangat menaruh perhatian dengan bagian ini karena proyeksi keuangan dari rencana pengembangan usaha tersebut setidaknya untuk 6 hingga 12 bulan ke depan setelah kesepakatan kerjasama di tanda tangani. Karena hal ini menunjukkan komitmen serius dari pebisnis untuk menjalankan semua rencana bisnisnya.

Termasuk memaksimalkan potensi serta peluang target pasar baik yang sudah direalisasikan maupun yang belum. Namun, ada baiknya proyeksi keuangan ini di susun serealistis mungkin dan jangan memberikan harapan yang terlalu tinggi kepada calon investor karena jika tidak tercapai sudah dipastikan investor akan kecewa dan berpikir ulang untuk melanjutkan kerjasama jangka panjang dengan pemilik usaha.

Penutup

Bagian ini dapat digunakan untuk meyakinkan kembali investor tentang bisnis Anda dan menulis kata-kata terakhir dalam bentuk doa harapan dan terima kasih sebesar-besarnya kepada investor karena bersedia membaca proposal Anda.

Lampiran

Jangan lupa untuk menyertakan dalam proposal usaha tersebut surat penting lainnya, yaitu surat izin usaha, sertifikat yang pernah di peroleh selama menjalankan bisnis, piagam penghargaan jika ada, biodata lengkap pemilik usaha, serta surat-surat perjanjian yang pernah di buat dengan pihak lain. Jika perlu Anda dapat melampirkan beberapa dokumen pendukung seperti:

  • Biodata owner / pemilik bisnis
  • Sertifikat Usaha
  • Surat izin usaha
  • surat perjanjian bisnis
  • dll. 

proposal bisnis yang Anda buat harus diketik dalam kertas ukuran A4 atau F4 dengan margin atas 3cm, atas 3cm, di bawah 3cm, dan kiri 4cm, dengan spasi 1,5.

Demikianlah penjelasan cara membuat proposal usaha yang baik dan benar ini semoga menambah wawasan dan bermanfaat bagi kita semua. Silahkan dibagikan artikel ini di media sosial kesayangan Anda. Selamat berburu calon investor. 


Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel