Modus Kasus Penipuan Online Terbaru

Kasus penipuan online terbaru - Ternyata penipuan dalam dunia jual beli online tidak hanya dilakukan oleh oknum pemilik bisnis online. Karena konsumen pun terkadang melakukan penipuan terhadap pemilik toko online. Beberapa kasus bahkan sudah terjadi, bahkan pemilik toko tersebut sudah menshare trik terbaru yang biasa dilakukan konsumen untuk menipu pemilik toko online. Waspada, mungkin  adalah kata yang tidak hanya untuk konsumen yang terbiasa berbelanja secara online, namun juga bagi para pemilik toko online. Untuk itu berhati - hatilah terhadap penipuan yang dilakukan konsumen terhadap pebisnis online. padahal dengan hadirnya cara belanja secara online melalui internet, selain sebagai salah satu bentuk kemajuan teknologi, juga sangat bermanfaat memberi kemudahan berbelanja bagi masyarakat.

Modus Kasus Penipuan Online Terbaru


Bahkan, ada beberapa produk yang harganya jauh lebih murah ketimbang membelinya secara langsung di pasar offline, karena itu banyak masyarakat yang justru lebih suka berbelanja secara online. Seiring berjalannya waktu, ternyata bisnis online tidak hanya menawarkan sisi positif semata, melainkan ada sisi negatif yang tidak hanya merugikan konsumen saja namun juga pemilik bisnis online.

Modus Kasus Penipuan Online Terbaru 

Semakin canggih teknologi, ternyata juga dimanfaatkan oleh orang-orang yang memiliki itikat tidak baik untuk mengambil keuntungan dari ketidak hatian-hatian atau kurang waspadanya orang lain. Hal ini jelas sangat merugikan, tidak hanya bagi konsumen yang sering berbelanja online, namun juga bagi pebisnis online. Bahkan di Indonesia setiap tahun angka Cyber Crime selalu meningkat setiap tahun, salah satu kasus kejahatan dalam dunia perbankan yang marak dibicarakan beberapa waktu yang lalu dikenal dengan istilah Phising. 

Phising adalah sebuah modus kejahatan di mana pelaku memancing nasabah, terutama yang sering menggunakan internet banking untuk memberikan data diri berupa Username dan Password di sebuah situs yang di buat sangat mirip dengan situs bank asli di mana nasabah sering bertransaksi. Biasanya nasabah masuk ke situs ini melalui link yang dikirimkan melalui email.

    Kasus Penipuan Online Terbaru :
  1. Penipuan dengan Struk ATM Palsu
  2. Membayar seperti sistem pre-order
  3. Memilih pembayaran melalui COD

 
Selain itu, masih ada lagi metode yang kerap digunakan dalam kejahatan perbankan, yaitu Skimming, di mana pada cara ini pelaku meletakkan sebuah alat tambahan di mulut ATM yang berfungsi mengcopy data-data milik nasabah yang melakukan transaksi melalui ATM tersebut. Data yang telah tercopy tersebut selanjutnya dibuatkan kartu baru yang digunakan untuk membobol rekening nasabah. Ternyata selain kedua cara tersebut, masih ada cara lain yang kerap digunakan untuk melakukan kejahatan transaksi perbankan di dunia maya.


untuk alasan itulah mengapa baik konsumen maupun pebisnis online yang lebih banyak bertransaksi secara online di himbau untuk selalu waspada dan hati-hati, persis seperti kejadian yang beberapa kali menimpa toko online. Di mana konsumen melakukan beberapa trik penipuan yang seolah-olah menunjukkan bahwa konsumen tersebut sudah melakukan kewajibannya untuk membayar produk yang dipesannya, seperti berikut ini.

Penipuan dengan Struk ATM Palsu

Beberapa waktu yang lalu di antara para pebisnis online mengalami kegaduhan karena salah satu toko online mengalami kasus penipuan yang dilakukan konsumennya dengan cara mengupload struk ATM palsu sebagai konfirmasi sudah mentransfer sejumlah dana untuk pembayaran barang yang dipesannya tersebut.  Dengan kejadian tersebut, sikap waspada dan hati-hati tentu sangat penting, serta berdasarkan share dari beberapa toko online struk ATM palsu tersebut tampak seperti editan jika diperhatikan dengan seksama dan tidak tertera dengan jelas tanggal, waktu, dan tempat di mana konsumen tersebut melakukan transaksi via ATM, waspadalah jika menemukan hal seperti ini. 

Selain itu, dari share beberapa pengalaman, upload foto struk tersebut sangat tidak jelas karena penuh dengan struk lainnya dan terlihat saat mengambil foto, struk tersebut tidak dalam kondisi di pegang oleh tangan. Perhatikan juga warna tinta pada struk ATM tersebut yang nampak berbeda dengan tulisan lainnya, dan ini harus diwaspadai. Untuk alasan tersebut, ada baiknya setelah konfirmasi transfer dari konsumen, lakukan pengecekan di rekening apakah memang ada uang masuk sejumlah yang di transfer konsumen tersebut agar terhindar dari penipuan. Ada baiknya untuk menggunakan semua fasilitas mobile yang disediakan perbankan untuk memudahkan nasabah melakukan berbagai transaksi keuangan, seperti internet banking, mobile banking, serta SMS banking, agar mudah melakukan pengecekan secara realtime.

Membayar seperti sistem pre-order

Dalam bisnis online dengan sistem pre-order memang sudah ada kesepakatan bahwa konsumen membayar DP atau 50% dari barang dan sisanya setelah barang tersebut ready serta siap dikirim. Namun, untuk bisnis online selain pre-order, cara membayar sebagian dahulu sesungguhnya sangat tidak lazim karena dalam bisnis online, pembayaran dilakukan di muka dan setelah pembayaran selesai barulah barang di kirim. Untuk itu, sebelum mengirimkan barang, pastikan konsumen sudah membayar penuh sesuai dengan harga yang disepakati agar terhindar dari masalah penipuan yang tentunya sangat merugikan pebisnis online, khususnya yang masih pemula.

Memilih pembayaran melalui COD, Tapi saat barang dikirimkan mengaku sudah membayar via transfer

Ada beberapa kasus penipuan yang dilakukan konsumen dengan modus memilih jasa pengiriman dengan cara COD (Cash On Delivery), dan seharusnya konsumen membayar barang tersebut secara tunai bersaman dengan dikirimnya barang tersebut. Tapi ternyata setelah barang yang di pesan tersebut dikirimkan secara COD, konsumen berpura-pura sudah mentransfer sejumlah uang untuk membayar barang tersebut. 

Untuk itu, berhati-hatilah, segera cek apakah konsumen tersebut sudah melakukan transaksi pembayaran karena biasanya untuk beberapa marketplace besar, jika konsumen sudah memilih cara COD maka secara otomatis sistem pembayaran yang lain tidak akan diakses oleh konsumen. Untuk kasus seperti ini, perlu antisipasi serius, karena bisa saja untuk mempertahankan kebohongannya, konsumen akan melakukan berbagai cara. Miliki akses langsung ke pusat informasi pembayaran, sehingga jika konsumen melakukan penipuan dapat langsung terdeteksi dengan cepat.

Demikianlah artikel mengenai modus ataupun kasus penipuan online terbaru yang biasa terjadi di masyarakat. semoga kita semua terhindar dari hal-hal yang demikian, Aamiin. Semoga bermanfaat dan silahkan dishare di sosial media kesayangan Anda.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel