Pengertian Manajemen Secara Umum Dan Fungsi Manajemen

Pengertian manajemen secara umum adalah serangkaian proses untuk mengatur, merencanakan, pengarahan, pengorganisasian, pengelolaan, pengendalian, pengembangan dan pengawasan terhadap sesuatu yang dilakuakan oleh sekelompok orang atau anggota orgainisasi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya dengan memanfaatkan sumberdaya yang dimiliki. apakah manajemen itu berguna bagi suatu perusahaan ? jawabannya tentu saja manajemen sangat berguna bagi suatu perusahaan, mengapa ? Karena manajemen merupakan suatu cara untuk mengelola suatu perusahaan supaya bisa berjalan dengan baik. Maka dari setiap perusahaan membutuhkan suatu manejemen dengan baik. 

Pengertian Manajemen Secara Umum Dan Fungsi Manajemen


Pengertian Manajemen Menurut Para Ahli

Manajemen sendiri dapat dianggap suatu ilmu sistematis yang dapat memahami mengapa dan bagaimana manusia bekerja bersama untuk menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi umat manusia. Berikut ini adalah beberapa definisi manajemen yang dikemukakan oleh para ahli, yaitu sebagai berikut:
 
1. Oey Liang Lee
Menurut Oey Liang Lee, gagasan manajemen adalah ilmu atau seni dalam perencanaan, pengorganisasian, penyusunan, pengarahan, dan pengendalian sumber daya yang ada untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan.
 
2. John D. Millet
Menurut John. D. Millet dalam sebuah bukunya yang berjudul Manajemen dalam pelayanan publik berpendapat bahwa gagasan manajemen adalah proses memberikan arahan kepada orang-orang dalam suatu organisasi untuk mencapai tujuan.
 
3. Renville Siagian
Menurut Renville Siagian, definisi Manajemen adalah salah satu sektor bisnis yang bergerak di bidang jasa yang dikelola oleh para ahli yang terlatih dan berpengalaman.
 
4. Manullang: 
Menurut Manullang: Memahami manajemen menurut Manullang adalah seni dan ilmu merekam, mengatur, menyusun, mengarahkan, mengawasi sumber daya manusia untuk mencapai tujuan yang dinyatakan.
 
5. James A.F.Stoner
Menurut James AF Stoner: manajemen merupakan proses mengendalikan, kepemimpinan, pengorganisasian, dan perencanaan. Dilakukan oleh upaya anggota organisasi serta penggunaan sumber daya yang tersedia dalam organisasi untuk mencapai tujuan yang ditetapkan oleh organisasi sebelumnya. 
 
6. Harold Koontz dan Cyrill O 'Donnel
Menurut Harold Koontz dan Cyrill O 'Donnel: Memahami manajemen menurut Harold Koontz dan Cyrill O'Donnel dalam bukunya The Principles of Management yang mendefinisikan gagasan manajemen bahwa manajemen adalah cara untuk mencapai tujuan tertentu melalui kegiatan lain.
 
7. Mary Parker Follet
Menurut Mary Parker Follet, memahami manajemen adalah seni dalam menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain. Dengan kata lain, seorang manajer bertugas mengelola dan mengarahkan orang lain untuk mencapai tujuan organisasi.
 
8. George R. Terry
Menurut George R. Terry: Memahami manajemen menurut George R. Terry bahwa dalam bukunya prinsip-prinsip Manajemen yang menunjukkan bahwa pengertian manajemen adalah pencapaian tujuan yang telah ditentukan menggunakan kegiatan orang lain. Gagasan manajemen adalah proses khas yang terdiri dari beberapa tindakan; perencanaan, pengorganisasian, mobilisasi dan pemantauan.
 
Semua hal tersebut dilakukan hanya untuk menentukan dan mencapai target yang ingin dicapai. Dengan cara memanfaatkan semua sumber daya, termasuk sumber daya manusia dan sumber daya lainnya.
 
9. Henry Fayol
Menurut Henry Fayol, manajemen adalah proses tertentu yang terdiri dari kegiatan penggerakan sumber daya manusia, perencanaan, pengorganisasian dan penggandaan kontrol untuk mencapai tujuan secara efektif dan efisien.
 
10. Ricky W. Griffin
Menurut Ricky W. Griffin, pengertian manajemen adalah proses perencanaan, proses organisasi, proses koordinasi, dan proses kontrol sumber daya untuk mencapai tujuan secara efektif dan efisien.
Efektif berarti tujuan dapat dicapai sesuai rencana, sedangkan efisien berarti tugas dilakukan dengan benar, teratur, dan diselesaikan sesuai jadwal.
 
11. Lawrence A. Appley
Menurut Lawrence A. Appley, makna manajemen adalah keterampilan yang dimiliki oleh seseorang atau organisasi untuk menggerakkan orang lain agar mau melakukan sesuatu.

12. Hilman
Menurut Hilman: manajemen dapat diartikan sebuah fungsi untuk mencapai tujuan melalui perantara kegiatan orang lain. Serta mengawasi upaya setiap individu untuk mencapai tujuan yang sama yang telah ditetapkan sebelumnya.
 
13. Dr. Bennett N.B Silalahi, M.A
Menurut Dr. Bennett N.B Silalahi, M.A, pengertian manajemen adalah ilmu perilaku yang terdiri dari aspek sosial yang tepat bukan dari tanggung jawab keselamatan dan kesehatan kerja baik dalam hal perencanaan.
 
14. Dr. Ahuja
Menurut Dr. Ahujae, pengertian manajemen adalah pihak-pihak yang menawarkan / menyediakan layanan untuk bidang yang terkait dengan manajemen.
 

Mengapa Manajemen Diperlukan Berikut Alasnnya

Ada tiga alasan utama mengapa manajemen diperlukan:
  • Manajemen diperuntutkan agar dapat tujuan dari organisasi yang telah derencanakan
  • Selanjutnya, manajemen juga diperlukan untuk menjaga keseimbangan antara tujuan, sasaran, dan kegiatan, yang bertentangan dengan mereka yang memiliki kepentingan dalam organisasi.
  • Manajemen diperlukan untuk mencapai efisiensi dan efektivitas kerja organisasi

 

Fungsi Manajemen Dalam Perusahaan

Sedangkan fungsi menajemen adalah elemen-elemen dasar yang selalu ada dan berada dalam proses manajemen yang menjadi patokan dalam melaksanakan kegiatan untuk mencapai tujuan. Fungsi manajemen dibagi menjadi 4 bagian yaitu :
 

1. Fungsi Perencanaan (Planning)

Planning merupakan rencana perusahaan untuk menetapkan tujuaa yang diingkan dan kemudian menyusun rencana sesuai dengan stategi bagaimana cara untuk mencapai tujuan tersebut. Dalam fungsi perencanaan yang berperan besar adalah seorang manajer, harus mengkaji dan mengevaluasi berbagai rencana alternatif sebelum memutuskan suatu keputusan, karena langkah ini adalah langkah awal yang bica berpengaruh secara total dalam perusahaan kedepannya.
 
Perencanaan ini adalah yang paling penting dalam manajemen bisnis. Seorang manajer yang mengelola manajemen di perusahaan atau bisnis akan merencanakan dan mengevaluasi setiap tindakan yang telah dan belum ditindaklanjuti dalam bisnis.

Perencanaan
sangatlah penting untuk menentukan tujuan keseluruhan perusahaan dan upaya untuk memenuhi tujuan ini. Manajer selalu bertindak seperti seseorang yang mencari alternatif dalam mencapai tujuan akhir mereka, termasuk rencana jangka pendek, menengah dan panjang.

Tanpa perencanaan yang tepat dalam mengembangkan bisnis dapat membuat bisnis tidak berjalan sesuai dengan jalurnya. Penyimpangan ini dapat menyebabkan penyimpangan ke kebangkrutan. 
 
Perencanaan mencakup hal-hal untuk memilih / menentukan tujuan organisasi dan menentukan strategi, kebijakan, proyeksi, program, metode, sistem, anggaran, dan standar yang diperlukan untuk mencapai tujuan.
 

Langkah-Langkah Proses Perencanaa

Ada empat tahap yang harus dilewati dalam proses perencanaan sebagai berikut:
  • Menentukan dan menetapkan tujuan, dengan dimulainya perencanaan untuk pengambilan  keputusan tentang keinginan kebutuhan organisasi / kelompok kerja.
  • Merumuskan Situasi Saat Ini, memahami posisi perusahaan, dapat diprediksi untuk masa depan.
  • Mengidentifikasi Hambatan dan  Kemudahan, berbagai hambatan, kemudahan, kelemahandan kekuatan organisasi perlu diidentifikasi untuk mengukur kemampuan organisasi untuk mencapai tujuan.
  • Ekspansi Rencana untuk Mencapai Tujuan awal, Tahap akhir dari proses perencanaan termasuk mengembangkan berbagai alternatif untuk mencapai tujuan. Menilai alternatif, dan membuat keputusan untuk membuat pilihan terbaik di antara berbagai alternatif.
 

2. Fungsi Pengorganisasian (Organizing)

Organizing adalah pengaturan sumber daya manusia dan sumber daya fisik yang dimiliki agar bisa menjalankan rencana-rencana yang sudah diputuskan untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Fungsi utama dari pengorganisasian ini adalah mengelompokan semua orang, alat, tugas dan wewenang yang ada untuk dijadikan satu kesatuan yang kemudian digerakan melaksanakan apa yang sudah direncanalan sebelumnya. 
 
manajemen kedua ini dalam sebuah perusahaan atau bisnis juga meliputi pengorganisasian dengan membagi kegiatan besar menjadi beberapa kegiatan kecil atau serangkaian kegiatan. Tujuannya adalah untuk memudahkan manajer untuk melakukan pengawasan yang lebih efektif dan menentukan sumber daya yang dibutuhkan untuk setiap kegiatan yang telah dibagi menjadi lebih efisien.
 
Pengorganisasian lebih mudah dapat dilaksanakan dengan menentukan tugas apa yang dilakukan, siapa yang bekerja dan bagaimana melakukannya. Ini bertujuan untuk mencapai tujuan bisnis melalui proses yang lebih terstruktur atau terorganisir. 

Selain itu, memudahkan manajer untuk mengawasi dan menentukan orang-orang yang diperlukan untuk melaksanakan tugas-tugas yang telah dibagi.
 
Fungsi Manajemen Organizing - Ada tiga aspek fungsi manajemen mengenai pengorganisasian yaitu sebagai berikut:
  • Menetapkan struktur organisasi
  • Mendelegasikan wewenang
  • Membangun hubungan
 

Bentuk Organisasi - Ada beberapa bentuk organisasi, Antara lain sebagai berikut:

 
a. Organisasi Lini
Organisasi lini memiliki struktur organisasi yang mengarahkan wewenang yang diarahkan kepada bawahan. Bawahan yang bertanggung jawab langsung kepada atasan. Contohnya adalah baris perintah yang dilakukan oleh unit militer.
Kebaikan Organisasi Lini - Ada sejumlah keuntungan dari organisasi lini termasuk yang berikut:
  • Unit perintah dijamin berada di satu tangan
  • Proses pengambilan keputusan yang cepat
  • Sejumlah kecil karyawan dan rasa solidaritas yang tinggi
  • Pembagian kerja jelas dan mudah diimplementasikan
 
Kelemahan Organisasi Lini - sedangkan kelemahan organisasi lini adalah sebagai berikut:
 
  • Maju mundur organisasi di tangan satu orang
  • Kecenderungan pemimpin untuk bertindak sekutu otoriter
  • Sistem kerja untuk setiap individu adalah individu
  • Tabungan kerja untuk pengembangan terbatas 
 
b. Organisasi Lini dan Staf
Organisasi dan staf lini memberikan otoritas kepemimpinan untuk memimpin bawahan.
Kepemimpinan dibantu oleh staf dalam menjalankan tugasnya. Bentuk organisasi ditemukan di berbagai lembaga atau perusahaan.
 
  • Kebaikan Organisasi Lini dan Staf - Kebaikan organisasi dan staf lini adalah sebagai berikut:
  • Cocok untuk diterapkan dalam organisasi yang kompleks
  • Mengaktifkan spesialisasi dengan merujuk pada prinsip orang yang tepat di tempat yang tepat. 
  • Keputusan yang diambil lebih rasional karena lebih dari satu orang dipikirkan.
  • Ada pembagian tugas yang lebih eksplisit antara kepemimpinan, staf, dan bawahan.
  • Koordinasi dapat berjalan dengan baik karena masing-masing bidang memiliki tugasnya sendiri.
 
Kelemahan Organisasi Lini dan Staf - Sementara kelemahan struktur organisasi dan staf Lini adalah sebagai berikut:
 
  • Pelaksanaan tugas seringkali membingungkan karena dimungkinkan untuk memesan lebih dari satu orang
  • Karyawan cenderung tidak mengakui tanggung jawab
  • Jumlah tenaga yang dibutuhkan cukup banyak
  • Solidaritas karyawan masih kurang
 
 
c. Organisasi Fungsional
Organisasi fungsional disusun berdasarkan sifat dan jenis fungsi yang harus dijalankan. Baik dan kelemahan struktur organisasi fungsional adalah sebagai berikut:
 
Adapun keuntungan dari Organisasi Fungsional  adalah sebagai berikut:
  • Kebingungan pesanan dari atasan bisa dihindari karena ada pembagian tugas yang ada
  • Penggunaan tenaga ahli di berbagai bidang sesuai dengan fungsinya
  • Produktivitas yang relatif tinggi karena spesialisasi pekerjaan
  • Organisasi mudah dilakukan.
 
Adapun  Kerugian Organisasi Fungsional adalah sebagai berikut:
  • Sulit untuk mentransfer pekerjaan tanpa terlebih dahulu melakukan pelatihan
  • Koordinasi keseluruhan sulit
  • Karyawan dikategorikan karena berbagai bidang tugas
  • Kebingungan kerja masih mungkin terjadi karena pesanan dapat masuk lebih dari satu orang

 

3. Fungsi Pengarahan (Directing)

Pengarahan adalah upaya untuk menciptakan suasana kerha dinamis, sehat agar kinerja lebih efektif dan efesien.
 
dengan adanya arahan akan membuat karyawan melakukan apa yang mereka inginkan dan harus lakukan. Fungsi yang melibatkan kualitas, gaya, dan kekuatan pemimpin. Kegiatan kepemimpinan seperti komunikasi, motivasi, dan disiplin perlu diintensifkan oleh atasan. 
 
Juga berfungsi sebagai tindakan yang berusaha agar setiap anggota bisnis atau grup mampu mencapai target dan target sesuai dengan prosedur manajerial yang direncanakan. Seorang manajer akan mengarahkan jika masalah terjadi atau jika apa yang dilakukan tidak sesuai rencana.
 
Karena tidak semua hal yang direncanakan dalam bisnis dapat diwujudkan dalam tindakan, mengingat banyak kejadian yang tidak terduga. Jadi disinilah fungsi manajemen sebagai panduan sehingga apa yang dilakukan oleh sumber daya masih di jalur yang benar.
 

4. Penetapan Staf

Mirip dengan pengorganisasian, tetapi penggunaannya lebih luas. Jika pengorganisasian lebih memperhatikan manajemen sumber daya manusia, kepegawaian lebih memperhatikan sumber daya secara umum. Beberapa sumber daya ini meliputi; peralatan, peralatan, dan inventaris dalam suatu organisasi.
 
Penarikan, pelatihan, dan pengembangan serta penempatan dan orientasi bagi karyawan dalam lingkungan kerja yang menguntungkan dan produktif. Fungsi kepegawaian meliputi kegiatan berikut :
a. Perencanaan sumber daya manusia
b. Rekrutmen Karyawan
c. Pilihan
d. Pengantar dan orientasi
e. Penilaian dalam implementasi pekerjaan
f. Memberi hadiah dan penghargaan
g. Perencanaan dan pengembangan karir.
 
 

5.Fungsi Pengendalian (Controlling)

Pengendalian adalah upaya untuk menilai suatu jinerja yang berpatokan kepada standar yang telah dibuat, juga melakukan perbaikan apabila memang dibutuhkan.
 
Dari serangkaian rencana dan tindakan yang telah dilakukan, perlu adanya pengawasan atau kontrol. Fungsi manajemen bisnis, dalam hal ini, adalah melakukan evaluasi komprehensif terhadap kinerja sumber daya perusahaan.
 
Manajer akan secara aktif mengawasi sumber daya yang sebelumnya telah diorganisir dan memastikan bahwa apa yang dilakukan sesuai dengan yang direncanakan. Adanya kesalahan atau penyimpangan dalam menjalankan tugas dapat dikoreksi menjadi pembelajaran dalam merencanakan tahap selanjutnya.
 
Klasifikasi masing-masing sumber daya juga penting untuk menjadi bahan klasifikasi agar tidak menimbulkan dominasi dari manajer semata. Bisnis yang baik adalah bisnis yang anggotanya dapat bekerja bersama dalam tim dan menjalankan secara bersamaan. 
 
Langkah-langkah dalam Proses Pengawasan - Ada beberapa langkah dalam proses pengawasan, termasuk langkah-langkah berikut:
a. Tetapkan standar dan metode untuk mengukur prestasi
b. Mengukur kinerja kerja
c. Tentukan apakah kinerja pekerjaan sesuai dengan standar atau tidak
d. Mengambil tindakan korektif jika implementasi menyimpang dari standar.
 
 
Beberapa hal yang harus dipenuhi untuk melakukan pengawasan adalah:
 
  • Routing: manajer harus menetapkan jalur untuk meminimalkan risiko kesalahan yang terjadi 
  • Pengaturan waktu (penjadwalan): manajer harus memiliki waktu reguler untuk melakukan pengawasan, misalnya, satu bulan sekali atau dua kali
  • Implementasi pesanan (pengiriman): manajer memiliki sikap untuk mendorong dan memesan sehingga setiap sumber daya menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan
  • Tindak lanjut (follow-up): manajer mengevaluasi dan memberikan solusi untuk semua masalah yang terjadi selama proses pencapaian tujuan untuk meminimalkan terjadinya kesalahan yang sama.
 
Demikianlah sedikit informasi menenai Manajemen dan Fungsi Manajemen semoga para Readers bisa menerima materi ini, dan semoga materi ini bermanfaat. “Salam Sharing”. 

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel