Talkative Customer, Tipe-Tipe Pembeli Sebagai Konsumen Dan Cara Menghandlenya

Talkative customer merupakan salah satu tipe konsumen yang senang mengobrol panjang lebar namun tidak mengarah ke pembelian, karena ketidak pastian apakah akan melakukan pembelian atau sekedar tanya-tanya dan ingin tahu. tentu hal ini akan membuat penjual merasa agak kesal, kecewa karena terlalu banyak menghabiskan waktu dengannya. Lantas bagaimana cara menghandle customer yang seperti ini?. Untuk menghadapi tipe pembeli seperti ini jika pada saat itu kita yakin tidak terlalu banyak konsumen lainnya yang harus dilayani maka penjual bisa langsung melayani orbrolan itu dan segera mengarahkan pembicaraan sedikit demi sedikit kearah pembelian. Namun jika dirasa terlalu banyak pembeli yang akan kita layani sebaiknya memohon diri untuk melayani konsumen yang lainnya. Jika masih ngoceh juga maka penjual pura-pura sibuklah mengurus apa aja pekerjaan lainnya.

Talkative Customer, Tipe-Tipe Pembeli Sebagai Konsumen Dan Cara Menghandlenya


Itu hanya merupakan salah satu contoh karakter konsumen yang biasanya dihadapi penjual. Namun masih ada lagi berbagai tipe-tipe pembeli sebagai konsumen dan cara menghandle customer lainnya yang akan dibahas pada artikel kali ini, terus di simak ya,.

Beragam Tipe-Tipe Pembeli Sebagai Konsumen Dan Cara Menghandlenya

Kadang kala kita sering mendengar ucapan “Pembeli adalah raja”, Tentu hal ini membuat pebisnis merasa serba salah menghadapi konsumen yang terkadang bersikap melebihi batas. Bagaikan buah simalakama, tidak dilayani konsumen akan pergi namun tetap di layani pun akan membuat pebisnis merasa tidak nyaman. Kondis ini kerap terjadi prakteknya di lapangan, bahkan keadaan ini juga kerap dikeluhkan para pebisnis online pemula di mana percakapan atau chat antar penjual dan pembeli kerap terjejak di media sosial yang notabene menjadi konsumsi publik atau banyak orang. 

Dengan semakin terbukanya era untuk mengeluarkan pendapat atau uneg-uneg, rasa kecewa dengan mudah tertumpahkan dan hal inilah yang membuat pebisnis berada pada posisi yang sulit. Jika dibiarkan akan merusak reputasi yang dengan susah payah di rintis oleh pebisnis. Namun di sisi lain jika dilayani akan berpotensi membuat masalah semakin besar dan sulit, sungguh menjadi dilema. Namun yakinlah, karakter konsumen yang seperti itu jumlahnya tidak banyak, masih banyak konsumen yang memiliki perilaku yang baik dan meskipun ingin komplain tetap disampaikan dengan cara yang baik dan di ruang tertutup.

Selain itu, perlu diingat bahwa bisnis yang di rintis akan sia-sia jika tidak mendapat dukungan dari konsumen, terutama konsumen loyal yang bisa menjelma menjadi partner dalam bisnis yang di bangun. Tipe konsumen yang loyal biasanya tidak segan-segan untuk membantu mempromosikan brand atau produk yang kita jual kepada orang lain karena sudah merasa memiliki ikatan emosional dan merasakan manfaat produk yang kita jual tersebut. 

Jika di timbang-timbang interaksi dengan konsumen berkarakter sulit ini biasanya hanya sedikit bila dibandingkan konsumen lain yang memiliki komunikasi yang baik dengan kita. Selain itu, interaksi dengan konsumen hanya bagian dari banyaknya bagian lain sebagai faktor penunjang untuk suksesnya bisnis online yang kita bangun. Namun, apapun karakter konsumen, hal tersebut merupakan pelajaran yang sangat berharga untuk pebisnis dan juga sebagai bahan masukan untuk evaluasi standar pelayanan kedepannya.

Semakin sering kita melayani konsumen dengan beragam karakter, maka keahlian kita dalam melayani konsumen pun akan semakin bertambah. Hal ini dikarenakan seperti kata pepatah “pengalaman adalah guru yang terbaik.” Selain itu, pengalaman dalam menangani konsumen dengan beragam karakter akan membantu kita mengindentifikasi target pasar sehingga akan lebih menghemat tenaga ketika membuat rencana promosi dan pemasaran.

Jika di runut secara detail. ada beberapa tipe-tipe konsumen ketika hendak berbelanja baik secara ofline maupun online. Hal ini terutama terjadi jika berbelanja secara online karena masih ada sebagian masyarakat yang masih enggan dan kurang percaya terhadap cara belanja kekinian ini, karena itu ketika mereka memutuskan untuk mencoba berbelanja secara online maka tipe atau karakter perilaku mereka sedikit berbeda dengan yang sudah terbiasa berbelanja online, Berikut tipe-tipe pembeli lainnya sebagai konsumen dan cara menghandlenya :

Tipe Pembeli yang suka membanding-bandingkan

Umumnya konsumen dengan karakter seperti ini hobi sekali membanding-bandingkan produk yang satu dengan yang lain, atau brand yang satu dengan yang lain. Tidak hanya untuk urusan harga, namun juga fitur-fitur, daya tahan produk tersebut, dan masih banyak lagi. Untuk menghadapi konsumen dengan karakter seperti ini hanya satu, pastikan produk yang di jual berkualitas dan memiliki keunggulan dari yang lain sehingga ketika bertemu dengan konsumen seperti ini, kita telah siap dengan jawaban yang smart, menyakinkan tanpa harus menjatuhkan produk atau brand lain yang sejenis.

Tipe konsumen yang sangat teliti

Sesungguhnya sangat menyenangkan jika kebetulan kita bertemu dengan tipe konsumen yang sangat teliti. Memang di satu sisi kita akan cukup kerepotan karena konsumen dengan karakter seperti ini biasanya ingin jawaban yang detail dan menyakinkan. Ini adalah tipe konsumen yang menginginkan fakta terkadang diberikan data tentang instruksi dan cara-cara menggunakan barang atau produk yang akan dibeli. Konsumen jenis ini membutuhkan waktu lama untuk mempertimbangkan setiap pembelian. Namun di sisi lain ketika mereka memutuskan untuk bertransaksi membeli produk yang kita jual, mereka akan berpotensi menjadi konsumen yang loyal. Lantas, bagaimana solusi menghadapinya? 

Untuk menghadapi konsumen yang super teliti, pastikan kita sudah menuliskan secara detail keterangan tentang produk tersebut, mulai dari A hingga Z sehingga rasa ingin tahu mereka akan terpuaskan. Meskipun pada akhirnya mereka masih menghubungi kita untuk bertanya lebih lanjut. Biasanya pertanyaannya sudah tidak banyak dan kita tidak harus menjawab pertanyaan secara detail lagi, karena semuanya sudah tercantum atau dituliskan secara lengkap di uraian produk tersebut. Jika mungkin, buatlah halaman atau artikel khusus yang memuat detail penjelasan tentang produk tersebut, lengkap dengan manfaat atau kegunaan produk tersebut serta cara perawatannya.


Tipe konsumen yang selalu terburu-buru atau kurang teliti

Untuk konsumen seperti ini, sebenarnya cukup sulit menghadapinya karena umumnya mereka berkarakter tidak sabaran dan membeli produk tanpa tahu keterangan secara detail. Akan menjadi situasi yang sulit ketika konsumen mengalami masalah dengan produk tersebut. Biasanya mereka akan langsung komplain tanpa menyadari perilaku mereka yang kurang teliti. Selain itu, terkadang mereka hanya melihat sepintas produk tersebut dan hanya tertarik dengan photo produk yang ditampilkan, tanpa mereka sadari bahwa seringkali pemilik toko online sudah menuliskan keterangan bahwa photo produk tidak 100% persis dengan produk yang sebenarnya. 

Memang cukup sulit menghadapi konsumen dengan tipe seperti ini. Solusinya pemilik toko-lah yang harus aktif da banyak bertanya kepada konsumen tersebut apa yang mereka butuhkan, berapa banyak, dan digunakan untuk apa?. Sehingga pemilik toko bisa memberikan masukan yang tepat sebelum konsumen memutuskan untuk membeli produk di toko milik kita. Jika memungkinkan, buatlah video penjelasan produk secara detail sehingga konsumen bisa melihat secara langsung bagaimana menggunakan produk tersebut, dan juga sebagai referensi apakah produk tersebut cocok untuk di beli atau tidak.

Tipe konsumen yang suka meminta masukan atau ragu-ragu

Adakalanya meskipun sudah yakin produk tersebut adalah yang dibutuhkan, namun mereka masih suka sekali meminta masukan dari orang-orang disekitarnya. Hal ini jelas sangat tidak menguntungkan pebisnis online karena seringkali mereka sudah yakin untuk membeli tiba-tiba memutuskan untuk tidak melakukan transaksi dengan alasan masih ragu apakah produknya berkualitas atau sesuai dengan penjelasan yang sudah dicantumkan. 

Solusi untuk pelanggan tipe ini hanya dibutuhkan testimoni atau review dari konsumen yang sudah menggunakan produk tersebut, jika masih kurang yakin siapkan data kontak konsumen tersebut agar mereka semakin yakin dengan manfaat membeli produk tersebut.

Tipe Pelanggan yang sudah pandai dan langsung memutuskan

Merupakan tipe konsumen yang sudah tahu apa yang diinginkan dan penjual harus cepat mengambil barang yang dibutuhkannya. Untuk menghadapi konsumen seperti ini, misalnya dalam menjawab pertanyaan dan memberikan informasi kepadanya harus bersifat khusus dan istimewa, tidak perlu memberikan informasi yang terlalu umum.

Tipe pembeli yang merasa tahu

Ini adalah jenis konsumen yang tampaknya tahu segalanya tentang produk kita, dialah yang memberi tahu penjual meskipun apa yang ia katakan tidak sepenuhnya benar. Akan tetapi penjual tidak harus berdebat dengannya. Untuk menghadle customer seperti ini, misalnya, penjual dapat memberikan informasi yang benar secara bijak dengan menggunakan metode tidak langsung dan ini dapat memengaruhi sikap konsumen.


Tipe konsumen yang belum memutuskan arah

Ini adalah tipe konsumen yang sulit untuk membuat keputusan, biasanya sulit untuk menentukan ukuran dan warna barang yang akan dibeli. Untuk menghadapi konsumen seperti ini adalah dengan mencoba menentukan apa yang sebenarnya dibutuhkan konsumen. Penjual harus berusaha memobilisasi perhatiannya dan membantu konsumen dalam membuat keputusan.

Tipe Pembeli yang banyak bicara (Talkative Customer)

Seperti yang telah dibahas pada pembukaan awal artikel ini, mereka adalah konsumen yang tidak pasti yang biasanya suka mengobrol tetapi tidak mengarah pada pembelian. Untuk mengatasinya jika pada saat itu tidak ada banyak konsumen lain maka penjual dapat melayani obrolan dan mengarahkan percakapan sedikit demi sedikit ke arah pembelian.

Tipe pembeli pemalu dan pendiam

Merupakan tipe konsumen yang gugup, biasanya ia merasa sedikit canggung di toko dan takut kalau kurang pengetahuan tentang suatu barang yang akan dibelinya, jika ia bertanya-tanya akan merasa malu-malu. Untuk menghadapi konsumen seperti ini jangan menunjukkan kesan bahwa konsumen ini tidak tahu apa-apa tentang suatu barang dan sebagai pemjual hendaknya memberikan informasi mengenai produk yang ditanyakannya.

Tipe konsumen yang memutuskan tetapi salah

Ini adalah tipe konsumen terencana yang biasanya dia datang ke toko dengan keputusan dalam pikirannya untuk membeli barang tertentu tetapi menurut penjual pilihannya tidak sesuai dengan penggunaan yang dimaksudkan. Untuk menghadapi konsumen seperti ini tidak perlu berdebat dengannya, tetapi perlu menyarankan penggunaan dan manfaat dari barang dan barang yang harus dibeli.

Tipe konsumen diskon

Adalah tipe konsumen yang selalu menginginkan potongan harga barang yang dibeli. Untuk menghadapinya cukup dengan memberi tahu bulan-bulan tertentu bahwa ada diskon. 

Mengenali karakter konsumen dan belajar untuk mencari solusinya merupakan salah satu jalan untuk sukses berbisnis. Demikianlah pembahasan mengenai berbagai tipe-tipe pembeli sebagai konsumen dan cara menghandle atau mengatasinya. Semoga artikel ini bisa menambah wawasan Anda. Silahkan dibagikan di berbagai media sosial kesayangan Anda.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel